Kamis, 31 Maret 2016

CARA MUDAH BUDIDAYA JAHE DALAM POT/KARUNG

SEMOGA BERMANFAAT UNTUK PESERTA PKH


Memilih tanaman budi- daya yang tepat memang sangat berpeng- aruh pada hasil dan keuntungan yang akan didapat, namun jika terlalu larut dalam 
memilih komoditi/tanaman yang te- pat, bisa jadi keuntungan yang diharapkan akan terlewati karena musim. Hal ini terjadi akibat harga berkaitan 
dengan musim panen, dimana musim yang kurang mendukung menyebabkan harga komoditi tertentu mencapai harga tinggi, dan sebaliknya saat 
musim baik dan banyak orang berbudidaya biasanya hargapun juga turun hal ini sesuai dengan hukum ekonomi. Untuk mencegah hal itu terjadi, 
maka kita tak perlu menunggu musim atau rame- rame menanam sebagaimana sifat latah sebagian besar petani kita, sehingga tidak lagi terjadi 
“panen massal/over produksi”. Dengan demikian tak perlu terjadi fluktuasi harga yang berarti dikarenakan terlalu banyak stok dan menurunnya 
jumlah permintaan. 
Jahe Merah, tanaman ini tak terlalu sulit dalam berbudidayanya. Cukup di sela-sela tanaman pokok (sengon, kopi, atau tanaman buah- 
buahan), ataupun lahan kosong di sekeliling rumah. 
Sebelum memulai untuk menanam Jahe sebaiknya kalkulasi secara matang seberapa besar investasi yang di tanam untuk budidaya jahe agar 
dapat mengetahui laba rugi setalah masa panen. Berikut adalah langkah-langkah praktis dalam membudidayakan Jahe Merah dalam karung atau 
polybag 

1. Menyiapkan media tanam 
Media tanam yang dipakai adalah karung bekas atau polybag. Jika menggunakan karung, bisa menggunakan 
karung bekas beras atau pakan ternak. Semakin besar ukuran karung, media pengisi juga semakin banyak, namun produktivitas Jahe Merah juga 
akan semakin tinggi. Jika menggunakan polybag, gunakan polybag dengan ukuran minimal 40 x 50 cm. 
Media pengisi karung atau polybag adalah tanah, pasir rambon dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2 
Tanah 
Tanah yang baik adalah tanah yang gembur dan subur. Gembur artinya remah dan komposisi 
liat, pasir, dan debunya seimbang. Subur berarti banyak kandungan unsur haranya. Jika tanah yang 
digunakan sudah subur dan gembur, sebenarnya tidak diperlukan penambahan bahan lain. Namun 
karena jarang didapatkan tanah yang subur dan gembur, maka diperlukan penambahan bahan lain 
seperti pasir dan pupuk. 
Pasir 
Pasir diperlukan jika tanah yang digunakan mengandung fraksi liat yang cukup tinggi. Pasir 
yang digunakan adalah pasir ladu atau pasir yang bercampur dengan lumpur. Selain murah, pasir ini 
juga masih mengandung bahan-bahan mineral endapan. 
Pupuk Organik 
Pupuk organik bisa menggunakan pupuk kandang, pupuk kompos atau bokashi (hasil fermentasi mikroorganisme). Meskipun menggunakan 
pupuk kandang, akan lebih bagus jika pupuk kandang yang telah dihancurkan dan difermentasi sehingga lebih cepat diserap oleh akar tanaman. 
Seluruh media tersebut dicampur merata sambil dibersihkan dari benda-benda yang mengganggu, misalnya plastik, batu atau benda lainnya. 
Kemudian media pengisi dimasukkan ke dalam karung atau polybag yang telah disiapkan. Pengisian karung atau polybag cukup ¼ bagian saja, 
karena selama pertumbuhan tanaman nanti, akan dilakukan penambahan pupuk organik. 
2. Membibitkan Jahe 
Persiapan bibitan Jahe 
Syarat memilih bibit jahe yang baik untuk di tanam : 
1. Berasal dari tanaman jahe yang sudah tua yang di tandai tajuk kering sekitar ber umur 9 sampai dengan 10 bulan. 
2. Rimpang Jahe sudah melewati masa dormansi (1 -1,5 bulan) masih ssegar, tidak ada tanda bibit penyakit atau pembusukan. 
3. Kulit rimpang tidak lecet atau memar akibat galian. 
4. Pilih Rimpang yang besar dan subur. 
5. Bibit berkualitas adalah bibit yang baik (tidak disimpan terlalu lama), 
6. Memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh tinggi), dan mutu fisik. Mutu fisik adalah bibit bebas hama dan penyakit. 
7. Rimpang untuk dijadikan benih, sebaiknya dipotong-potong dengan cuter steril atau di potes langsung, dengan menyisakan 2 - 3 bakal mata 
tunas dengan bobot sekitar 25 - 60 g untuk jahe putih besar, 20 - 40 g untuk jahe putih kecil dan jahe merah. 
8. Kebutuhan benih per ha untuk jahe putih besar (panen tua) membutuhkan benih 2 - 3 ton/ha dan 5 ton/ha untuk jahe putih besar panen muda. 
Sedangkan jahe merah dan jahe emprit 1 – 1,5 ton. 
Pengecambahan 
Jika dikhawatirkan adanya serangan jamur, benih bisa direndam terlebih dahulu pada larutan fungisida 
(misalnya Dithane M-45) selama 15 menit (untuk budidaya secara konvensional). Jika tidak, benih cukup 
direndam atau dibasahi dengan air, kemudian diletakkan pada tampah atau nyiru, dan ditempatkan pada 
tempat yang lembab agar berkecambah. Agar kelembaban terjaga, setiap hari benih harus dikontrol dan 
dibasahi air jika terlalu kering. Benih akan mulai berkecambah setelah kira-kira 2 minggu. 
Penyemaian 
Salah satu cara penyemaian adalah menggunakan peti kayu dengan urutan kerja sebagai 
berikut: 
a. Pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, 
b. Beri abu gosok atau sekam padi, selanjutnya bakal bibit lagi beri abu gosok atau 
sekam padi lagi seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam 
padi. 
c. Benih tersebut akan mulai tumbuh menjadi tanaman muda dalam waktu sekitar 2-4 
minggu. Setelah tumbuh dengan ketinggian sekitar 10 cm (tumbuh 4 – 5 daun), bibit 
dapat diambil/dipotong dari rimpangnya dan ditanam pada media polybag yang telah 
disiapkan, Ukuran polybag untuk bibit adalah diameter 7 – 10 cm . 
d. Rimpang yang tersisa bisa ditanam kembali pada pesemaian agar tumbuh bibit yang 
lain. Satu buah rimpang bisa menumbuhkan sekitar 2-4 bibit. 
e. Setelah ditanam, tanaman Jahe tersebut jangan langsung ditempatkan pada ruang yang terbuka 
dengan sinar matahari langsung, melainkan harus diadaptasikan pada tempat yang memiliki 
naungan terlebih dahulu hingga umur 1,5 - 2 bulan. 
3. Menanam 
Penanaman bibit Jahe pada karung atau polybag harus hati-hati. Buatlah lubang sebesar ukuran 
polybag bibit, masukkan bibit Jahe bersama medianya ke dalam lubang tanam, kemudian tutup dengan 
media disekitarnya dan padatkan sekedarnya saja. Setelah penanaman, media dan bibit harus disiram 
dengan air bersih agar tanaman mendapatkan cukup air dan kontak dengan media. 



4. Memelihara 
Pemeliharaan tanaman Jahe dalam karung atau polybag cukup mudah. Pemeliharaan meliputi: 
penyiraman, penyiangan dan penggemburan media, pemupukan, serta pengendalian hama dan 
penyakit. 
a. Penyiraman 
Penyiraman dilakukan setiap hari, sebaiknya pada sore hari, terutama saat tidak ada 
hujan. Beberapa petani menggabungkan budidaya Jahe Merah dengan budidaya ikan dalam 
kolam, untuk memudahkan penyiraman dan mengantisipasi kebutuhan air saat musim kemarau. 
Selain itu, air kolam diharapkan memberi unsur hara tambahan bagi tanaman. Penyiraman bisa 
dihentikan saat tanaman Jahe mulai memasuki fase senecense (mengering) saat tua dan 
mendekati panen. 
b. Pemangkasan 
Perlakuan Pemotongan batang jahe ketika umur 2 bulan, dilakukan untuk memacu pertumbuhan calon 
tunas baru serta memperbanyak jumlah batang yang tumbuh seragam dalam 1 pot/polybag. 
c. Penyiangan dan penggemburan 
Rumput yang tumbuh pada media tanam perlu disiang agar tidak mengganggu pertumbuhan 
tanaman, terutama pada sekitar 4 bulan pertama, di mana tanaman Jahe belum begitu rimbun. Beberapa 
petani menambahkan mulsa jerami pada media tanam untuk menekan pertumbuhan gulma. Selain 
penyiangan, media tanam juga perlu digemburkan dengan menggunakan cetok. Penggemburan 
dimaksudkan untuk menyediakan media tumbuh yang baik bagi akar tanaman dan memperbaiki sirkulasi 
udara dalam media. 
d. Pemupukan dan Pembumbunan 
Pemupukan dan pembumbunan dilakukan 2 bulan sekali seiring pertumbuhan tanaman, dengan menambahkan pupuk organik pada media 
tanam. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung dari besarnya media yang digunakan, kira-kira 1/5 ukuran karung atau polybag yang digunakan. 
Pemupukan bisa diberikan 3 kali selama umur tanaman. 
Pembumbunan lebih baik bila dilakukan secara berkala yaitu di saat ada pertumbuhan rimpang jahe baru yang muncul di dekat permukaan 
tanah. Timbun rimpang yang muncul ke permukaan menggunakan media yang telah disiapkan dengan ketebalan sekitar 5 cm. 
e. Pengendalian Hama dan Penyakit 
Sebenarnya kasus serangan hama dan penyakit yang serius pada tanaman Jahe jarang terdengar. Namun akan lebih baik jika kita mengetahui 
dan mengantisipasi hal tersebut. 
Hama yang sering menyerang tanaman Jahe adalah belalang dan ulat yang memakan daun terutama daun muda. Untuk pengendaliannya, kita 
bisa menggunakan beberapa cara yaitu: 
1. Cara mekanis, dengan memeriksa tanaman dan membunuh hama terutama ulat yang sering memakan daun, atau dengan menggunakan 
perangkap serangga berupa plastik berwarna cerah (kuning atau merah) yang dipasang dengan bambu dan diolesi lem. 
2. Cara kimiawi, dengan menyemprotkan insektisida yang tepat untuk mengendalikan belalang dan ulat. Insektisida yang dianjurkan adalah 
insektisida organik berbahan aktif tembakau atau yang lainnya. 
3. Sedangkan penyakit yang mungkin bisa menyerang tanaman Jahe adalah penyakit Layu Bakteri dan Busuk Rimpang yang disebabkan oleh jamur. 
Untuk mencegah penyakit tersebut, kesehatan benih dan sanitasi lingkungan pertanamanperlu diperhatikan. Pastikan benih merupakan benih 
sehat dan berasal dari induk yang sehat. Lingkungan pertanaman juga perlu dijaga agar bersih dan tidak terlalu lembab atau tergenang air. 
Untuk tanaman yang telah terserang penyakit, bisa disemprot dengan bakterisida atau fungisida, jika perlu dimusnahkan agar tidak menular ke 
tanaman yang lain. 
5. Memanen 
Tanaman Jahe bisa dipanen setelah kira-kira 10 bulan. Tanaman yang sudah cukup tua dan siap panen akan melewati masa mengering, di 
mana daun dan batangnya berubah menjadi kuning dan mengering. Pemanenan Jahe dari media karung dan polybag cukup mudah karena tidak 
perlu menggali dengan susah payah. Kita cukup menggali dengan cetok dan membuka karung atau polybag yang sudah mulai lapuk. Angkat rimpang 
Jahe dengan hati-hati agar tidak rusak, bersihkan dari tanah dan kotoran yang menempel, dan jika perlu cuci dengan air bersih. Satu rumpun 
tanaman Jahe dalam 1 media tanam karung ukuran 50 kg, bisa menghasilkan rimpang Jahe segar 2 hingga 5 kg. 
Untuk sedikit gambaran schedulu kegiatan adalah seperti di bawah. 
Sementara untuk Analisa Usaha Taninya akan menyusul ya... 
Jazakhalloh buat semua sumber 
Referensi : 
http://ayogardening.blogspot.com/2013/05/cara-menanam-jahe-dalam-pot-cara.html 
http://balittro.litbang.deptan.go.id/ind/index.php/latest-news/234-inovasi-budidaya-tanamanjahe-sistem-bag-culture-budidaya-dalam-karung 
http://budidayajahemerah.blogspot.com/2013/04/budidaya-jahe-merah-dalam-polybag.html
http://blkpklampok.wordpress.com/2013/05/07/budidaya-jahe-merah-dalam-karung-atau-polybag/ 
http://indotanam.blogspot.com/2013/01/cara-budidaya-tanaman-jahe.html#.UjmsrJgt09I 
http://jahehcs.blogspot.com/ 
http://jahemerahamanahsuper.blogspot.com/2012/10/cara-budidaya-jahe-dalam-keranjang.html 

halam aslinya http://yysalishlah.blogspot.com/2013/09/budi-daya-tanaman-jahe-di-dalam-pot_19.html?m=1

Kamis, 24 Maret 2016

SERUNYA PERJALANAN SAAT VALIDASI
TAHUN 2014 














DIKLAT PENDAMPING PKH DI LEMBANG BANDUNG






SUASANA YANG MEMBUAT KITA KANGEN








DEVI SEPTI

PROFIL PENDAMPING

NAMA : DEVI SEPTI
TEMPAT TANGGAL LAHIR : SAMBIKARTO, 20 SEPTEMBER 1991
ALAMAT : SIDODADI KEC. SEKAMPUNG KAB. LAM TIM
JABATAN : SEKRETARIS PKH KEC. SEKAMPUNG
DESA DAMPINGAN : SAMBIKARTO, SIDODADI, SIDOMUKTI, SIDOMULYO
JUMLAH DAMPINGAN
SAMBIKARTO
SIDOMUKTI 51 KSM
SIDOMULYO 42 KSM
SIDODADI 31 KSM
SAMBIKARTO 49
EMA PURWANTI




PROFIL PENDAMPING

NAMA : EMA PURWANTI
TEMPAT TANGGAL LAHIR : TEMPURAN, 10 SEPTEMBER 1985
ALAMAT : KARYA MUKTI KEC. SEKAMPUNG KAB. LAM TIM
JABATAN : BENDAHARA PKH KEC SEKAMPUNG
DESA DAMPINGAN : MEKARMULYA DAN KARYA MUKTI
JUMLAH DAMPINGAN
MEKAR MULYA 87 KSM
MEKAR MUKTI 91


HUDA ROKHANI


PROFIL PENDAMPING
NAMA : HUDA ROKHANI
TEMPAT TANGGAL LAHIR : SUMBERGEDE, 05 AGUSTUS 1978
JABATAN : PENDAMPING PKH KEC. SEKAMPUNG
ALAMAT : SUMBERGEDE KEC. SEKAMPUNG KAB. LAM-TIM
ALAMAT EMAIL : huda.rokhani@gmail.com
DESA DAMPINGAN : GIRIKLOPOMULYO DAN JADI MULYO
JUMLAH DAMPINGAN
GIRIKLOPOMULYO 184 KSM
JADI MULYO 55 KSM

Rabu, 23 Maret 2016

AGUS YASAN

 PROFIL 
NAMA : AGUS YASAN

TEMPAT TANGGAL LAHIR : SIDODADI, 11 NOVEMBER 1990
JABATAN : KORCAM PKH KEC. SEKAMPUNG
ALAMAT : SIDODADI KECAMATAN SEKAMPUNG KAB. LAMTIM
ALAMAT EMAIL : yasan_agus@yahoo.co.id
DESA DAMPINGAN : MEKARSARI, SUMBERSARI, KARYA MUKTI, SUMBERGEDE
JUMLAH KSM : 
SUMBERGEDE ; 94 KSM
SUMBERSARI: 42 KSM
KARYA MUKTI 62 KSM
MEKARSARI 20 KSM